Blog Posts » akidah » DALIL ASWAJA, ALLAH ADA TANPA TEMPAT, ARAH, DAN BATASAN

DALIL ASWAJA, ALLAH ADA TANPA TEMPAT, ARAH, DAN BATASAN

>Dalil Al-quran seperti yg tertera
img
>Rasulullah saw: "Engkau dzahir, tiada diatasMU sesuatu. Enkau batin, tiada dibawahMU sesuatu".
>Al-baihaqi mengomentari hadits ini, DIA tidak bertempat.
>Abu bakar as-shidiq:
"Lemah dalam menemukanNYA, itulah arti menemukanNYA. dan membahas tentang dzatNYA adalah kekufuran dan menyekutukan".
>Ali bin abi thalib:
"Allah ada tanpa tempat, DIA sekarang ada (sebelum menciptakan mahlukNYA)".
>Imam zainal abidin:
"engkau Allah yang tempat tak memuatMU".
>Imam ja'far as-shadiq:
"Barangsiapa beranggapan bahwa Allah berada pada sesuatu atau dari sesuatu atau diatas sesuatu, maka dia telah menyekutukanNya. Apabila DIA berada pada sesuatu maka terbatas, apabila dari sesuatu maka baru, apabila diatas sesuatu maka ada keterbatasan".
>Imam abu hanifah:
"Allah ada tanpa butuh tempat, DIA ada sebelum menciptakan mahluk, DIA ada tidak kemana-mana, tidak pada mahluk tidak pula pada sesuatu, dan DIA pencipta segala sesuatu".
>Imam syafi'i:
"Sungguh Allah ada tanpa butuh tempat kemudian menciptakan tempat dan DIA tetap berada pada sifat sebelumnya (azali) seperti halnya sebelum menciptakan tempat. Tidak pantas bagiNya berubah dalam sifatNya, dan tidak pula bergeser dari sifatNya".
>Imam ahmad seperti yg diungkapkan al-hafidz ibn jauzi:
"imam mujtahid ahmad bin hanbal ra tidak berkata Allah berada pada arah (yang enam)".
>Abu ja'far at-thohawi:
"dan DIA maha tinggi dari batasan, keterbatasan, cabangan, bagian dan bahan-bahan. tiada arah yang memuatNya. Apakah aku seperti orang2 pembuat bidah?"

KESIMPULAN:
Allah ada tanpa butuh tempat, tidak naik-turun, tidak pula bersemayam, tidak berada pada arah kanan-kiri depan-belakang atas-bawah karna semua itu adalah ciptaanNya, maha suci Allah dari membutuhkan ciptaanNya.

Inilah akidah shahabat dan salafus shalih yg pemikirannya sempat terekam oleh ulama-ulama setelahnya.
Ikutilah para shahabat spt perkataan Rasulullah lewat penjelasan ulama-ulama setelahnya.
Ini merupakan akidah ahlussunah wal jama'ah.