Blog Posts » Tradisi » TABUR BUNGA, BERAS KUNING DAN UANG RECEH WAKTU PEMAKAMAN

TABUR BUNGA, BERAS KUNING DAN UANG RECEH WAKTU PEMAKAMAN

Bismillah,,
Sudah menjadi tradisi masyarakat jawa,saat pemberangkatan jenazah disertai tabur bunga, beras kuning dan uang receh sepanjang jalan. Adakalanya tradisi tsb berhasil dialihkan dg bersedekah ala kadarnya.

Bagaimanapun tradisi diatas kudu disikapi dg bijak. Krn tradisi terbukti menjadikan kekuatan daerah dan identitas daerah. Semua tradisi diatas boleh dilestarikan asalkan ada sasaran atau maksud yg jelas.Diantaranya:

1)Tabur uang receh untuk bersedekah kpd fakir miskin atau anak-anak agar gembira,dg harapan mendapat balasan dari Allah SWT berupa ampunan atas dosa-dosa si Mayit dll.Rasulullah bersabda,
"Shodaqah kepada si miskin adalah shadaqah. Shadaqah kepada kerabat ada 2, Shadaqah dan silaturrahmi" [Hadits shohih,lihat Al-jami As-shogir, 5145].
"Sungguh yg termasuk mendatangkan ampunan adalah membuat gembira saudara muslim".
Meski sanad hadits ini dhaif,toh boleh diamalkan dlm fadhoil a'mal. [Mustholah hadits].

2)Tabur beras bisa diniatkan memberi makan hewan. Dalam sepenggal hadits shohih disebutkan,
"Siapa saja menanam tanaman kemudian dimakan burung atau pencari rizki lainnya,maka ia mendapatkan (pahala) sedekah" [HR.Khuzaimah dan Ahmad]. Lihat Al-jami As-shogir, 8720.

3.Tradisi tabur bunga sebaiknya dicukupkan diatas pemakanan,bukan dijalan,krn termasuk tabdzir atau Diya' al-maal yg tentunya tak diperkenankan.[Al-jamal, II, hal.200].
PengQiasan hukum tabur bunga dg harapan agar meringankan beban simayit spt kemasyhuran hadits yang telah Rasulullah lakukan,
"Rasulullah membelah pelapah kurma menjadi 2 bagian. Lalu menancapkan satu bagian pada kuburan dan menancapkan satunya pada kuburan lain.Dan Nabi berkata,
"Semoga adzab (ahli kubur) keduanya diringankan selama pelapah kurma belum mengering" [HR.Syaikhani].
Bahkan bila bunga wangi yg ditaburkan,maka bisa diniati dg menghormati Malaikat yg mendatanginya. [Albajuri, II, hal.300].
-
Akhiran:
Jelas sudah amailiyah tradisi yg biasa dilakukan masy Jawa khususnya.
Selama tradisi itu baik,maka teruskanlah!
Bila menyalahi syariat,maka luruskanlah!
Islam itu menjadi rahmat, bukan malah melaknat.

Allah wa rasuluh a'lam