Blog Posts » Ubudiyah » HUKUM PUJIAN YG DIANGGAP BIDAH

HUKUM PUJIAN YG DIANGGAP BIDAH

DALIL PUJI"AN ANTARA ADZAN DAN IQAMAH.

Dalam unsur pujian terdapat unsur-unsur kesunahan dan kebaikan utk syiar Islam,diantaranya:

>BERDOA
-"... berdoalah kepadaku, niscaya kukabulkan bagimu" (al-mu'min:60).
Rasulullah SAW berkata:
-"Berdoa antara adzan dan iqomah tidaklah tertolak" (HR. Ahmad, Abu daud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibn hibban dari Anas).
Bermula dr sinilah pujian muncul yg dikarnakan ada anjuran dari syariat. Lantas bila ditanya apakah ada anjuran mengulang doa spt halnya pujian? Ada!
-"Sungguh Rasulullah SAW ditakjubkan berdoa 3x dan istighfar 3x" (HR.Abu daud dari Ibn mas'ud).

>BERSHALAWAT
Alquran dan alhadits dlm anjuran bershalawat nabi sejak 14 abad lalu sudah jelas seruannya,
-"Sungguh Allah dan malaikatNya bershalawat atas nabi..." (al-ahzab:56).
-"Barangsiapa lupa membaca shalawat kepadaku, niscaya ia akan lupa jalan kesurga" (HR.Ibn majah dari Anas)
-"Barangsiapa membaca shalawat kepadaku 1x,maka Allah (perintah) menulis baginya 1 qirath,dan 1 qirath laksana gunung uhud" (HR.Baihaqi dari Ali kw).

>MEMBACA ALQURAN
-QS. Thaha:124-126
-"Bacalah alquran, karna Allah Ta'ala tak akan menyiksa hati yg telah menjaga alquran" (HR.Tamam dari Umamah).

>AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR
-"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yg menyeru kpd kebajikan,menyuruh kpd yg baik dan mencegah yg munkar. Mereka adalah orang-orang yg beruntung" (Ali imran:104).

Cth pujian klasik:
Ayo poro konco podo sholat berjama'ah,sholat berjama'ah nyembah maring gusti Alloh.
Sing sopo wonge ora gelem jama'ah sholat, mongko ora oleh 27 drajat.

>HIKAYAT ATAU CERITA DAHULU.
sangat byk yg diceritakan oleh alquran,diantaranya:
QS.Maryam: 16, 41, 51, 54, 56.
QS.Shaad: 17, 41, 45, 48 dan dalam surat yg lain.

>DILAGUKAN/BERIRAMA
Bila kita membaca alquran boleh dilagukan,tentunya Pujian/Adzan terlebih lg boleh di iramakan. Bhkan bersyair dalam masjidpun tetep boleh dilakukan,spt ket dalam hadits,
"Sungguh Umar RA berjalan bertemu Hassan,sdg dia bernyanyi didalam masjid, lalu Umar menatapnya. Berkatalah Hassan: Saya telah bernyanyi dalam masjid, sedang didalam masjid ada orang yg lebih baik (Rasulullah) dari engkau" (HR.Mutafaq alaih dari Abi hurairah).

[KESIMPULAN]
Itulah tradisi embah wali dan orang-orang shalih dahulu dalam menyebarkan Islam di Indonesia khususnya Jawa. Beliau begitu lunak dalam dakwahnya. Hingga sesuatu yg sepelepun didasari dg Ilmu.
Jangan lantas kita menghukumi sesuatu dg istilah Bidah Dholalah sebelum mengaji dan mengkaji dg keilmuan yg benar-benar mumpuni,krn mafhumnya dari Dholalah adalah keharaman. Padahal bila kita sudah berani menghukumi Sunah menjadi haram, maka mau tak mau terkena hukum KAFIR (QS.Al maidah:44) atau DZOLIM (QS:Al maidah:45) atau FASIQ (QS:Al maidah:47).
Allahu wa rasuluh a'lam